3 Tipe Lembaga Sertifikasi Profesi di Indonesia yang Wajib Diketahui Sebelum Ikut Sertifikasi

LSP atau Lembaga Sertifikasi Profesi merupakan perpanjangan tangan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP. LSP diberikan kewenangan oleh BNSP untuk melakukan pengujian dan sertifikasi kompetensi. Jika Kamu mengikuti skema sertifikasi profesi di sebuah LSP, maka Kamu akan mendapatkan sertifikasi yang menandakan keahlian dan kompetensi Kamu telah diakui.

Sebelum Kamu memutuskan untuk mengikuti skema sertifikasi profesi, Kamu harus mengetahui jenis atau tipe Lembaga Sertifikasi Profesi yang ada di Indonesia dan diakui oleh BNSP. Secara garis besar terdapat 3 tipe LSP yaitu LSP P1 atau LSP Pihak Pertama, LSP P2 atau LSP Pihak Kedua, dan LSP P3 atau LSP pihak Ketiga. Masing-masing dari ketiga tipe LSP tersebut memiliki fungsinya berdasarkan kebutuhan individu atau organisasi.

1. Tipe LSP P1 atau LSP Pihak Pertama

LSP P1 dapat menerbitkan sertifikat kompetensi sesuai dengan skema dari BNSP.  LSP P1 dapat menjalankan program pelatihan menjadi satu paket dengan ujian sertifikasi kompetensi. LSP P1 dibentuk oleh lembaga pendidikan dan pelatihan berdasarkan kurikulum SKKNI atau kurikulum khusus.

2. Tipe LSP P2 atau LSP Pihak Kedua

LSP P2 hampir sama dengan LSP P1, namun perbedaannya adalah diselenggarakan oleh pemerintah. Program sertifikasi pada LSP P2 dibentuk oleh UPT (Unit Pelaksana Tugas) berdasarkan kurikulum SKKNI atau kurikulum khusus dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) dapat dilaksanakan pada UPT lainnya.

3. Tipe LSP P3 atau LSP Pihak Ketiga

LSP P3 memiliki konsep yang berbeda jika dibandingkan dengan LSP P1 dan P2. LSP P3 dibentuk oleh sebuah perkumpulan atau asosiasi seperti asosiasi industri atau asosiasi profesi. Program pelatihan dan pendidikan tidak harus menjadi satu kesatuan dengan program sertifikasi. Jika Kamu sudah memenuhi syarat, maka Kamu dapat mengikuti program sertitikasi langsung pada LSP P3.



Leave a Reply